Sleep Buddy

Sleep Buddy Logo Fa
0

Your Cart

Currently Empty: Rp0.00

Continue shopping

0

Your Cart

Currently Empty: Rp0.00

Continue shopping

Memahami Apa Itu Mindful Parenting
Jan 19
0 Comments

Setiap orang tua pasti memiliki tipe pola asuh dan cara praktiknya sendiri untuk mengasuh, mendidik, dan menjadi teman anak di rumah. Salah satu keterampilan pola asuh anak yang harus para orang tua pahami adalah mindful parenting.

Bukan hanya sekedar menjadi orang tua yang mengerti apa mau sang anak, tapi mindful parenting adalah langkah terbaik agar hubungan antara anak dan orang tua menjadi berkualitas. Dengan begitu, anak Anda akan bisa tumbuh kembang dengan maksimal dan Anda bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Sebagai orang tua dari anak dan sekaligus teman terbaik anak selama di rumah.

Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang apa itu mindful parenting untuk pola asuh anak generasi alpha dan manfaatnya untuk keluarga yang lebih harmonis.

Apa Itu Mindful Parenting?

Konsep mindful parenting sendiri datang dari kata dasar mindful atau mindfulness yang artinya kesadaran penuh atau fokus untuk melakukan suatu aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Anda juga menerima segala kondisi, perasaan, dan pikiran yang dialami tanpa menghakimi, baik menghakimi atau meremehkan diri sendiri (self deprecation) ataupun meremehkan orang lain.

Dari pengertian itulah yang membuat penggagas mindful parenting, Kabat-Zinn pada tahun 1997 menyadari bahwa praktik mindfulness efektif untuk membangun hubungan orang tua dan anak yang berkualitas.

Dengan demikian, mindful parenting adalah praktik pola asuh yang mana orang tua secara sadar hadir dalam setiap interaksi sehari-hari dengan anak melalui tindakan perhatian tertentu. Selain itu, Anda sebagai orang tua juga menerima semua kondisi anak tanpa menghakimi dan tidak melibatkan emosi di setiap tindakan.

Tujuan membawa konsep mindfulness ke dalam parenting adalah agar Anda mampu menanggapi perilaku atau tindakan anak dengan penuh pertimbangan daripada hanya sekadar bereaksi.

Kunci Penting Menerapkan Mindful Parenting

Sejalan dengan Kabat-Zin, Duncan (2009) mengintegrasikan konsep mindful parenting dengan memasukkan prinsip-prinsip mindfulness klasik dengan konsep hubungan orangtua dan anak. Hasilnya, konsep parenting tersebut mencakup lima dimensi khusus yang menjelaskan segala interaksi orangtua dengan anak. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca Juga:

 

1. Mendengarkan Dengan Penuh Perhatian

mindful parenting Mendengarkan Dengan Penuh Perhatian

Anda harus benar-benar mendengarkan dan memberikan perhatian secara penuh kepada anak. Berkomunikasilah dengan anak dari hati ke hati dan penuh empati sebagai pendengar yang baik.

Dengan demikian, Anda bisa menyelesaikan berbagai masalah yang sempat miskomunikasi dengan anak karena Anda menyediakan waktu dan ruang untuk berkomunikasi. Mindful parenting juga bisa mencegah munculnya sifat keras kepala pada anak.

Tentu saja Anda harus perbanyak sabar dan latihan untuk bisa menjadi pendengar yang baik dan tenang. Anda bisa mulai untuk merilekskan badan dan pikiran terlebih dahulu dengan bermeditasi atau menghirup wewangian aromaterapi kesukaan Anda. Lakukan selama kurang lebih 30 menit di waktu dan tempat yang sama setiap harinya.

2. Kesadaran Emosional Pada Anak dan Diri Sendiri

Kesadaran Emosional Pada Anak dan Diri Sendiri

Tak jarang orang tua menjadi emosional ketika anak tidak berperilaku sebagaimana yang orang tua harapkan. Misalnya anak susah tidur, tidak mau makan, tantrum, dan lain-lain. Akibatnya, Anda akan memilih untuk menghukum anak atau mengatainya agar ia jera dan tidak mengulanginya lagi.

Pastinya cara itu bukanlah cara yang baik untuk kesehatan fisik maupun mental anak. Dengan mindful parenting, Anda dapat memanajemen emosi dengan metode STOP, yaitu Stop, Take a breath, Observe, dan Proceed.

Maksudnya, ketika Anda menemukan diri sedang emosi saat mengasuh anak, berhentilah sejenak dari aktivitas apapun, lalu tarik napas dalam-dalam. Dengan begitu, Anda bisa sedikit merenungkan apa yang menyebabkan Anda emosi di depan anak. Setelah itu, atasi penyebab emosional Anda dengan lebih tenang.

Cara ini bukan hanya berguna untuk menjaga anak dari perasaan trauma terhadap sisi emosional Anda. Melainkan juga memberikan kesempatan pada diri Anda untuk memahami dan menerima kekurangan diri sendiri (self esteem).

Baca Juga:

 

3. Pengaturan Diri Dalam Membangun Pola Asuh

mindful parenting Pengaturan Diri Dalam Membangun Pola Asuh

Poin konsep ini masih ada hubungannya dengan kesadaran emosional. Mindful parenting membuat diri Anda tidak membiarkan emosi apapun mempengaruhi segala tindakan untuk anak. Contohnya tidak berteriak atau memukul anak. Dengan kata lain, mindful parenting membuat Anda mampu berpikir dua kali sebelum bertindak untuk mengurangi risiko reaksi negatif secara berlebihan.

Di sisi lain, Anda juga bisa lebih bijaksana dalam menyikapi segala pilihan dan keputusan anak dalam menentukan jalan hidupnya. Konsep pola asuh ini sangat bermanfaat bagi sisi anak dan orang tua bahwa mereka memiliki garis batas yang harus saling dihormati.

4. Menerima Kondisi Anak dan Diri Sendiri Tanpa Menghakimi

Menerima Kondisi Anak dan Diri Sendiri Tanpa Menghakimi

Seringkali, Anda sebagai orang tua sering memegang standar yang terlalu tinggi, berusaha untuk menjadi orang tua yang sempurna. Karena pada dasarnya orang tua tidak ingin anaknya meniru hal-hal jelek yang orang tua lakukan.

Alhasil, Anda akan berusaha hanya menunjukkan sisi baik Anda dan menetapkan standar terlalu tinggi pada anak. Tak jarang Anda juga cenderung akan mencampuri segala urusan anak (helicopter parenting) agar ia hanya memiliki sisi terbaik.

Tapi, dengan mindful parenting, Anda akan lebih bijaksana dan mampu menerima kenyataan bahwa Anda telah menjadi orang tua yang terbaik untuk anak-anak. Anda akan mudah mengakui bahwa terlepas dari niat terbaik Anda sebagai orang tua, momen ketidaksempurnaan dan kegagalan tidak dapat dihindari.

Terlebih jika pasangan dan anak Anda melihat semua usaha Anda, baik yang berhasil ataupun gagal, sebagai bentuk cinta Anda kepada mereka. Alhasil, Anda akan lebih mudah menemukan makna bahwa Anda layak dicintai (self worth) dan akan selalu ada yang mencintai Anda.

5. Pemberian Kasih Sayang Untuk Anak dan Diri Sendiri

mindful parenting Pemberian Kasih Sayang Untuk Anak dan Diri Sendiri

Mindful parenting membuat Anda lebih mampu memberikan banyak bentuk kasih sayang kepada anak. Misalnya Anda jadi lebih bijak untuk menegur anak atau tidak mudah bertengkar dengan pasangan di depan anak. Dengan begitu, anak Anda tumbuh menjadi pribadi yang juga penuh kasih sayang dan mampu mencintai dirinya sendiri (self love) hingga dewasa kelak.

Anda juga bisa memberikan bentuk kasih sayang dengan mengajak anak berlibur bersama, staycation sederhana, atau hanya menghabiskan waktu bersama di rumah saja. Aktivitas-aktivitas tersebut juga bisa menjadi cheating card Anda sebagai self reward agar tidak bosan dengan rutinitas orang tua yang monoton.

Kelima dimensi tersebut merepresentasikan secara penuh bahwa pola asuh orang tua yang baik dan bermakna dapat dilakukan dengan cara:

  • Menyempatkan waktu untuk hadir dalam setiap interaksi orang tua dan anak yang terjadi sehari-hari
  • Mengasuh anak dengan lebih tenang
  • Terlibat dalam peningkatan regulasi emosi

 

Akibatnya, perilaku pengasuhan menjadi lebih konsisten dan responsif dari waktu ke waktu. Selain itu, hubungan orang tua dan anak menjadi lebih positif, hangat, dan saling support. Walaupun terkadang masih dipenuhi dengan lebih sedikit negativitas, konflik, dan judgement.

Manfaat Pola Asuh Mindful Parenting

Sejatinya dari semua penjelasan di atas telah terkandung manfaat dalam menerapkan mindful parenting. Tapi kami akan merangkum beberapa manfaat penting dari mindful parenting untuk masing-masing orang tua dan anak.

  • Meningkatkan kualitas hubungan komunikasi antara orang tua dan anak agar semakin dekat dan akrab
  • Terhindar dari stres, depresi, dan kecemasan karena pola pengasuhan anak lebih tenang
  • Saling melengkapi baik dalam suka maupun duka
  • Terhindar dari kekerasan rumah tangga
  • Mental anak jadi lebih berani
  • Mengurangi risiko kenakalan anak, walaupun pada dasarnya setiap anak pasti memiliki sifat jahil

 

Menjadi orang tua adalah bagaikan pembelajaran seumur hidup yang mana tak ada kata selesai hingga akhir hayat. Oleh karena itu, penting sekali untuk menemukan pola asuh mana yang terbaik untuk anak dan sesuai preferensi Anda.

Dengan mindful parenting, anak Anda akan lebih menemukan kenyamanannya sebagai anak dan memiliki ruang untuk berkomunikasi dengan orang tuanya selayaknya seorang teman terbaik. Alhasil, anak Anda akan menemukan arti bahwa rumah yang hangat dan nyaman adalah tempat terbaik untuk pulang.

Baca Juga:

Avatar

Dania Lazuardi

Sleep Buddy adalah sebuah brand yang ingin menghadirkan kebahagiaan & kehangatan di setiap rumah dengan cara yang berarti .